Wellcome To My Blogs

Infolinks In Text Ads

Diberdayakan oleh Blogger.

What Time is it

Wellcome To My Blogs “Alangkah Senangnya Berbagi Informasi”

View Peta Informasi Kota Tegal in a larger map

Minggu, 27 November 2011

Pernikahan Adat Jawa

Upacara ‘Injak Telur’ Dalam Pernikahan Adat Jawa

    Upacara "Injak Telur"/Gopries'82
Dalam upacara pernikahan adat Jawa, terdapat banyak serangkaian tata cara adat yang kita temui. Antara lain : Siraman, Jualan Dawet, Malam Midodareni, Ijab atau Akad Nikah, Panggih atau Temu, Injak Telur, Resepsi, dan sebagainya. Semuanya itu mempunyai nilai dan makna. Di dalam upacara temu manten terdapat serangkaian upacara adat “Injak Telur” yang masih melekat dan meresap pada kepercayaan sebagian masyarakat di Indonesia Khususnya Jawa.

Tentu saja serangkaian upacara pernikahan adat Jawa, “Injak Telur” ini dilakukan setelah kedua mempelai ditemukan atau acara Panggih/Temu manten yang diawali saling lempar beras kuning yang diiringi dengan gending “Ketawang Kodok Ngorek”, atau gending “Kebo Giro Kodok Ngorek”. Kemudian dilaksankannya upacara “Injak Telur” yang mempunyai arti , nilai, tujuan, dan juga memiliki ketentuan-ketentuan yang harus dilakukan. Dalam upacara ini, sang pria diharuskan menginjak telur didepan temanten putri hingga pecah tanpa menggunakkan alas kaki, hal ini wajib disaksikan keluarga kedua belah pihak. Kemudian setelah telurnya pecah, sang wanita harus mebersihkan sisa-sisa pecahan telur baik di wadah telur itu dan kaki sang pria, bahkan di lantai yang terkena cipratan pecahan telur.

Nilai dan Makna “Injak Telur”

Telur
Telur melambangkan awal atau permulaan sesuatu kehidupan dari Ayam yang dapat diibaratkan sebagai sebuah wadah keluarga yang tertutup rapat dan harus terjaga agar bisa menghasilkan sebuah generasi penerus, telur juga melambangkan keprawanan dari wanita yang masih utuh dan belum tersentuh dalamnya. Karena tentunya tidak ada orang yang bisa memegang isi dari telur tanpa memecahnya. Dan tentunya sama bagi seorang pria tidak akan merasakan sebuah kenikmatan tanpa memecah keprawanan dari wanita tersebut.

Pria menginjak telur
Pria menginjak telur dimaksudkan bahwa prialah yang harus dominan dalam keluarga, dan ia juga harus bekerja keras untuk keluarga. Dan saat pria menginjak telur sehingga telur itu pecah menggambarkan bahwa sang pria itulah yang nanti akan mendapatkan keperawanan sang wanita selepas akad nikah.

Injak Telur Tanpa alas kaki
Mengapa sang pria memecahkan telur harus tanpa menggunakan alas kaki? Itu menandakan bahwa sang pria yang nantinya akan menjadi kepala rumah tangga harus berjuang keras untuk mempertahankan dan menghidupi keluarga tanpa harus merengek-rengek meminta bantuan orang atau bergantung dengan orang lain. Usaha yang dilakukan pasti tidak mudah, sama tidak mudahya dengan memecahkan telur tanpa alas kaki dan ia akan merasa kesakitan tertusuk-tusuk kulit. Sama halnya dalam kehidupan nyata, nantinya tidak mudah bagi pria menjalankan memperjuangkan keluarga pasti akan ada rasa sakit, lelah dan sebagainya.

Wanita membersihkan pecahan telur
Tindakan ini mengartikan bahwa wanita itu harus mengabdi pada suami dengan senang hati dan ikhlas. Ini juga menunjukan bahwa sang istri haruslah patuh terhadap suami. Rasa sakit dan lelah yang dirasakan suami setelah bekerja kemudian dihilangkan dengan pengabdian seorang istri di rumah.

Keluarga inti kedua belah pihak menyaksikan dimaksudkan bahwa walaupun nanti sudah menjadi sebuah keluarga, diharapkan tidak melupakan orang tua dan tetap patuh terhadap orangtua, pada dasarnya karena orangtualah kita ada.

Itulah yang dimaksudkan dari upacara ‘Injak Telur’ makna dan nilai yang terkandung memiliki tujuan yang baik, karena pada dasarnya semua tradisi kebudayaan daerah pasti mengandung nilai-nilai yang positif. Sama halnya seperti nilai dan maksud dari setiap gerakan ritual upacara ‘Injak Telur’ setiap bagian pasti mempunyai makna yang positif dan pesan-pesan yang ditujukan bagi mempelai agar menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah.

Sumber : http://ahadan.blogspot.com/2011/11/memahami-budaya-injak-telur-pada-acara.html
Kodok Ngorek Ketawang Laras Mulyo
http://www.youtube.com/watch?v=v2lnlMjErgg
Kebo Giro Kodok Ngorekhttp://www.youtube.com/watch?v=xIkGuyjZfPE

                                                                                                               Foto Bersama Dengan Temanten / Gopries'82 Galery

Comments :

0 komentar to “Pernikahan Adat Jawa”

Poskan Komentar

Wellcome to Album Geodet'82 Gama

Start 12 juli 2011

Site Info Alexa

review mazprie82.blogspot.com on alexa.com

Page Rank

pagerank search engine optimization

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by Maz-Prie82 Blogs

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger